M y L i v e i s V a g u e By : Weny Rachmasari Jeritan...tangisan... Biarku simpan dalam, hingga sang Pencipta menjemput pulang. Amarah awan mulai terlihat, ketika warna biru terang menjadi warna kelabu kental. Tangisanya mulai menjadi-jadi membasahi rerumputan, genting-genting, dan s ekitarnya, berkombinasi dengan angin menunjukan kehebatanya. Linka duduk manis didepan koredor sekolah menunggu jemputan ayahnya, wajahnya terlihat pucat rona kulitnya membiru ia menyimpan tangan diantara sela kedua pahanya yang sengaja ia tekan rapat agar tidak merasa kedinginan. Satu jam kemudian ayahnya datang melihat putrinya yang terbujur lemas. Linka dibawa masuk ke dalam mobil. Linka sudah m...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Suapan Kopi by : Weny rachmasari Rachma masih saja setia mengisi lembaran kertas putih yang telah menjadi sahabat kecilnya, baginya kertas putihlah yang bisa memahami isi hatinya, selalu menerima keadaan hati Rachma walaupun tak pernah berkomentar. Ia cukup puas mengungkapkan rasa suka ataupun dukanya, tarian tangannya begitu tenang pandanganya samar tapi, Rachma tak pernah bosan memenuhi kertas putih yang slalu menceritakan keseharianya. Jam dinding menunjukan tepat pukul 23:25 WIB, dalam hitungan detik matanyapun telah tertutup rapat, sepi, sunyi, sendiri itulah keadaan yang diterima Rachma, kesibukan kedua orang tuanya menjadikan alasan atas keterpurukan Rachma. Kilauan Sinar pantulan dari jendela kamar memancing sepasang mata terbangun dengan terpaksa. Alamr jam beker berdemo mengingatkan tepat pukul 06:00 WIB, ditambah ketukan mbak Mina mengusik suasana didalam “Aarrrghhh.....” “Iya mbak, Rachma bangun “. Rasa kantuk yang dirasakanya ...
PARASIT
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PARASIT Oleh : Weny Rachmasari Kelas : XII IPS 1 Lampu-lampu mulai berpijar terang, begitu juga dengan perumahan “Griya Indah”. Menandakan hari mulai petang sehingga lampu mulai dinyalakan, maklum saja zaman yang sudah berganti begitu cepat hingga energi listrik sebagai peran utama dalam kehidupan sehari-hari, berbeda dengan zaman dahulu yang harus mengandalkan dimar dengan minyak gas agar rumahnya tidak terlihat gelap. Cahaya yang bersinar tak bisa mewakili suasana di rumah Fanya, kali ini warna hitam telah berhasil menggantikan warna putih dalam hidup Fanya, semenjak pertengkaran kedua orang tuanya, hidupnya lebih terasa suram, gelap, dan ia merasa terpojok dengan keadaan sekarang. Kasih sayang, perhatian, dengan suasana harmonis menghilang begitu saja, pertengkaran yang disebabkan perselingkuhan ayahnya, membuat keluarganya broken home. Nyayian lagu jass favoritnya terdengar berulang-ul...