Sisa Siksa
Sisa Siksa By : Weny Rachmasari Lihatlah, Serigala yang dipandang keji Justru, memiliki jiwa keluarga yang luar biasa Warna tak lagi cerah. Semuanya seketika memudar, hilang. Anggap saja semuanya hitam putih, indah? Tentunya tidak. Sejak hal itu terjadi, semuanya sangat berbeda. Bahkan hidup merasa tak terasa. Mungkin sekarang hanya ada arwah kasat mata, sedangkan jasmani yang terlihat kokoh memudar. Sel-sel tubuh-pun mati seketika. Dan setelah itu ada mimpi, mimpi yang harus dipenuhi. Wajah kusut dibalut mata sembab dengan tatanan rambut seadanya seraya meringkuk dalam tilam. Tenang. Gadis itu terus memeluk foto dalam bingkai dengan erat. Air mata tak bisa menyekat keadaan. Dalam waktu yang lama ia begitu betah tanpa melakukan aktivitas apapun. Sedangkan Amel kakaknya membiarkan begitu saja. Sisa itu memang begitu menyiksa. Bahkan tak...