Postingan

Mahkota di Tanah

Mahkota di Tanah “Kita asingkan saja!” “Pak lurah, mereka adalah musuh!” “Jangan sampai kita dikucilkan!” “Mereka harus pergi dari desa kita.” “NKRI harga mati!” ***             Suasananya terlihat begitu kacau. Pembicaraan dari ujung sana hingga ujung sini tak ada bedanya. Beberapa berita tersebar keseluruh desa. Handphone bergetaran terus menerus, membicarakan hal yang sama di beberapa grup whatsaap . Mulai dari kalangan ibu-ibu rumpi, tongkrongan anak muda, bapak-bapak yang suka nongkrong diangkringan dan lain sebagainya. Kini di desa tidak ada lagi acara-acara musyawarah, kerja bakti, yang khususnya mempererat tali persaudaraan. Kebersamaan hilang ke telan ombak. Terlihat begitu jelas dalam mata yang berkata, bahwa terjadi permusuhan saudara. Terkadang, mereka yang beragama.. mereka pula yang tak berakal karna dibutakan dunia. Kini wajahnya terlihat begitu resah. Terasa ada setumpuk bayangan beban diatas k...
K E N A L I A K U By : Weny rachmasari Setiap orang-pun tahu... Makna dari peapatah   ini “Tak kenal maka tak sayang” Maka... “Mendekat..dan kau akan terpikat”           Wajahnya layu. Matanya lesu. Setiap orang yang melihat pasti akan mempunyai rasa kasihan. Bukan masalah fisik, tapi ini lebih parah. Orang tak mampu menterjemahkan keadaannya. Ia mengalami konflik batin yang mendalam. Bahkan orang tuanya-pun tidak memahaminya. Tubuhnya terlihat tak mempunyai daya. Duduk bersandar diatas ranjang, kini telah menjadi hobinya. Pandangannya kosong. Dilihat dari rambutnya yang teruarai berantakan nampak tak terawat. Di depan pintu ibu memandangi, mendekat duduk di sebelah Syifa. Ibu hanya diam, air matanya keluar tanpa dipinta. Seorang ibu tak akan tega melihat putrinya dengan keadaan seperti ini. Syifa tetap saja tanpa respon, seolah-olah tidak tau ada ibu disampingnya.         ...